Tampilkan postingan dengan label Kerja Keras. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerja Keras. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 April 2012

Bab 5 - Kreativitas dan Inovasi dalam Berwirausaha (Pengantar)

Kisah Sukses Teh Botol Sosro

Pendiri Teh Botol Sosro


Kisah perjalanan Soetjipto Sosrodjojo, yang lebih kita kenal adalah merek teh botol SOSRO tidak datang begitu saja, tetapi tumbuh dan besar melalui perjalan yang cukup panjang. Pada tahun 1965, teh wangi melati dengan merek “cap botol” yang telah dikenal di daerah Jawa mulai diperkenalkan di Jakarta.  Promosi dilakukan langsung oleh Pak Sosro dengan mendatangi tempat-tempat keramaian dan membagi secara cuma-cuma contoh teh wangi merek cap botol tersebut. Setelah bertahun-tahun melakukan teknik promosi Cicip Rasa, akhirnya pada tahun 1969 muncul gagasan untuk menjual air teh siap minum dalam kemasan botol dengan merek Teh Botol Sosro. Pada tahun 1974, didirikan pabrik PT. Sinar Sosro dan desain botol Teh Botol Sosro merupakan pabrik teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia dan bahkan pertama di dunia.

Seseorang yang berkeinginan menjadi pengusaha memiliki motivasi berprestasi, visi ke depan, komitmen terhadap pekerjaan, kemandirian, keberanian mengambil resiko, dan jiwa kepemimpinan dll. Hal itu semua belum cukup karena setiap pengusaha dituntut untuk selalu memiliki kreativitas yang tinggi dan inovasi baru. Banyak contoh yang menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi merupakan salah satunya faktor yang bisa membawa seseorang menjadi pengusaha sukses.

Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana) 

Sumber gambar : bisnis.vivanews.com

Sabtu, 31 Maret 2012

Bab 4 - Motivasi Menjadi Pengusaha Sukses

Motivasi Menjadi Pengusaha Sukses


Tidak semua orang memiliki motivasi yang sama untuk jadi pengusaha. Proses termotivasinya pun tidak semua orang sama, ada yang faktor kebetulan, ajakan teman, memanfaatkan bakat, keterampilan, atau pendidikan yang telah diperolehnya, dan karena memahami apa yang dibutuhkan orang lain. 

Sebenarnya bangsa Indonesia memiliki dasar spirit dan keterampilan yang unik di masing-masing daerah. Janganlah membiarkan bangsa lain mengelola sumber daya, dan kita hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun. 

Kewirausahaan bukanlah sesuatu hal yang dilahirkan, melainkan dibangun. Kewirausahaan dapat pula didorong oleh guru atau seorang dosen yang mengajar kewirausahaan, karena memberikan inspirasi dan minat untuk berwirausaha. Dorongan atau pemicu lainnya datang dari teman sepergaulan, lingkungan keluarga, sahabat, dan teman yang selalu mendiskusikan gagasan, atau karena adanya pengalaman bisnis kecil-kecilan yang berhasil sehingga termotivasi untuk membesarkannya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kewirausahaan bukanlah sesuatu yang dilahirkan, melainkan dibangun (entrepreneur are not born – they develop).

Anda dapat memilih sebuah pohon besar, sebesar apapun.. setinggi apapun, dengan jenis sekeras apapun.. dan jika Anda berusaha mengampaknya barang 5 kali tebas setiap harinya, maka suatu saat pohon itu akan tumbang juga.. Demikian pula dengan impian dan cita-cita Anda, jika Anda melakukan apa yang dibutuhkan untuk mencapainya secara konsisten, Anda akan mencapainya pada suatu saat..
Ron Scolastico, Ph.D & Jack Canfield

Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana) 

Sumber gambar : dhyanthea.blogspot.com

Sabtu, 24 Maret 2012

Bab 3 - Sistem dan Seni Bisnis Cina

   SISTEM DAN SENI BISNIS CINA

Sistem perdagangan yang dianut orang cina adalah sistem perdagangan yang berorientasi pada pelanggan,sistem bisnis cina dapat djelaskan sebagai berikut :
  1. Orang cina mengizinkan pelanggannya membuat pilihan sendri tanpa ada tekanan dari pemilik
  2. Sukses bisnis tidak menggunakan jalan pintas.
  3. Pelanggan lama diberi kebebasan  dan pelayanan yang istemewa, sedangkan pelanggan baru diiming-imingkan dengan potongan harga dan kemudahan kredit.
  4. Pekerja dalam bisnis Cina merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari entitas bisnis.
Seni bisnis orang cina adalah upaya menyelaraskan gerakan yang indah sesuai dengan kaidah dan norma dan dapat dinikmat oleh semua orang,khususnya pedagang dan pelanggan.berikut adalah seni bisnis orang cina :
  1. Berwirausaha penuh dengan persaingan yang keras dan dilakukan dengan berbagai macam cara
  2. Berwirausaha dengan adanya kecermatan tinggi atau ketelitian yang tinggi  dan sikap fleksibel
  3. Seni berdagang orang cina mengutamakan win-win solution
  4. Berwirausaha dengan rajin bekerja, ramah, dan menjadikan pelanggan sebagai sahabat dekat
  5. Memiliki daya tahan, mental, dan jiwa yang kuat
Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana)  

 Sumber gambar : http://cambodiangecko.com 

Bab 3 - Etika dan Rahasia Keberhasilan Orang Cina

Etika dan Rahasia Keberhasilan Orang Cina 


Seringkali kita melihat banyak keberhasilan yang diperoleh orang Cina dalam berusaha. Hampir semua mall, hotel, dan ruko di seluruh Indonesia didominasi orang Cina. Apa rahasia keberhasilan orang Cina? Dan apa kita bisa meniru? Berikut adalah rahasia keberhasilan orang Cina.
  1. Beberapa faktor yang mendorong keberhasilan orang Cina adalah banyaknya kemiskinan, perasaan kurang aman ditempat orang lain, kemampuan bertahan hidup ditempat orang lain, tidak adanya pilihan lain, dan ajaran falsafah hidup konfusiusme.
  2. Dalam sistem sosial orang Cina, anak laki-laki adalah ahli waris keturunan. Salah satu cara menunjukkan penghormatan kepada orang tua dan mengangkat derajat keluarga adalah menjadi kaya. Satu-satunya cara menjadi kaya adalah melalui kegiatan perdagangan.
  3. Uang jangan pernah dijadikan sebagai penghalang. Asal ada kemauan, disitu pasti ada jalan, yang terpenting harus tabah dan sanggup untuk hidup susah.
Selain faktor yang terkait dengan sistem sosial, kerja keras, masalah ekonomi, dan rasa kurang aman, keberhasilan orang Cina jugua didorong oleh etika bisnis Cina. Etika bisnis ini merupakan pegangan atau pedoman akan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak dilakukan oleh orang Cina dalam melakukan usaha. Berikut adalah etika bisnis Cina.
    1. Melarang penggunaan cara-cara kotor untuk menjatuhkan orang lain karena cara tersebut dianggap perbuatan yang terkutuk.
    2. Pedagang dilarang mengganggu dan menjelek-jelekkan kegiatan perdagangan orang lain. Persaingan dibenarkan menurut nilai moral dan pertimbangan kemanusiaan.
    3. Pedagang tidak boleh terlalu kaku, namun sebaliknya perlu memperbolehkan proses tawar-menawar.
    Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana) 

     Sumber gambar : http://www.free-press-release.com

    Bab 3 - Cara Bisnis Orang Cina

    Cara Bisnis Orang Cina

     


    Berikut adalah cara-cara bisnis orang Cina yang dapat kita tiru dan kembangkan lagi sehingga akan memperkuat bisnis.
    1. Untuk dapat menjadi pedagang sukses harus mendapatkan keyakinan dari pelanggan.
    2. Tidak boleh pelit mengeluarkan biaya tambahan untuk memikat hati pelanggan.
    3. Bekerja minimal 18 jam sehari.
    4. Harus fleksibel dan  beradaptasi dengan kondisi yang ada.
    5. Tempat usaha harus mudah diakses dan menarik perhatian konsumen untuk mengunjunginya.
    6. Tidak boleh semata-mata mengikuti pola pikirnya, tetapi mengikuti perilaku, minat, dan kehendak orang banyak.
    7. Bekerja sendiri supaya dapat mandiri serta memiliki daya juang, semangat tinggi, dan pantang menyerah.
    8. Citra (image) dibentuk dengan pelayanan yang diberikan bukan pada gaya dan kebaikan berpakaian. 
    9. Lebih suka memperkerjakan sanak keluarganya sendiri untuk membantu kegiatan perdagangan.
    10. Akan merasa rendah diri jika gagal hidup mandiri dan hanya mendapat gaji sepanjang hidupnya.
    11. Sebagian keuntungan harus disimpan untuk mengembangkan kegiatan perdagangan dan menghadapi kemungkinan apa pun yang terjadi di luar dugaan, sebagian digunakan untuk modal kerja.

    Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana) 

     Sumber gambar : yottabaca.blogspot.com

    Bab 3 - Kajian Kasus : William Soerjadjaja : Pendiri Astra, Ketulusan Taipan Panutan

    WILLIAM SOERJADJAJA  : Ketulusan Taipan Panutan

    Pendiri PT Astra Internasional dan Presiden Komisaris SIMA (PT Siwani Makmur Tbk), kelahiran Majalengka 20 Desember 1923, ini seorang anak manusia pilihan yang menyerahkan semua impian dan cita-dukanya kepada Sang Pencipta. William Soerjadjaja yang akrab dipanggil Oom Willem adalah taipan panutan yang tulus mencintai bangsanya.
    Impian adalah sebuah kekuatan awal yang tidak mudah mewujudkannya. Tapi banyak orang yang mencapai sukses yang bermula dari suatu impian. Salah satu yang berhasil mewujudkan impiannya adalah William Soeryadjaya, pendiri PT Astra Internasional. Ia seorang anak manusia yang menyerahkan semua impiannya kepada Tuhan.
    Salah satu mimpinya yang terwujud gemilang adalah PT Astra Internasional. Hanya dalam tempo 13 tahun sejak berdirinya PT Astra Internasional pada tahun 1957, tak kurang dari 72 perusahaan telah bernaung di bawah bendera grup tersebut. Di akhir tahun 1992, jumlah itu telah merambah menjadi sekitar 300 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, tidak hanya dalam sektor otomotif tetapi juga sektor keuangan, perbankan, perhotelan dan properti.
    Mimpi ini bermula sejak Oom Willem menjalani masa kecil dan remajanya di Majalengka, Cirebon. Jiwa wiraswasta dari sang ayah, yang mengalir di dalam dirinya dari usia dini, telah menempanya ulet, cerdas, inovatif dan peka atas nalurinya dalam meniti bisnis demi bisinis. Dari berdagang hasil bumi dan minyak goreng di Jawa Barat, dan berdagang kacang dari Bandung ke negeri Belanda pada 1947 semasa studi di negeri kincir angin.
    Pengalaman jatuh-bangun pastilah dialami setiap orang pebisnis. Demikian juga halnya pengalaman Oom Willem. Namun, ia menegaskan: "Kerugian tidak pernah menyurutkan semangat hidup saya." Hal ini dibuktikannya dalam menyikapi suka-dukanya di PT Astra Internasional, yang didirikan dan dibesarkannya tetapi harus dilepaskannya, demi tanggung jawab pribadinya atas masalah yang menimpa Bank Summa, milik putera sulungnya Edward Soeryadjaya, di tahun 1992. Hal ini telah menghantarkannya dan segenap keluarganya ke masa-masa yang amat sulit. Namun, kesulitan itu tidak sampai mengambil suka-cita yang bersemi di hatinya. Ia menyerahkan semuanya kepada kehendak Tuhan.
    Oom Willem, memang bukan sekedar figur pebisnis yang sukses dalam bidangnya. Sebagai pendiri PT Astra Internasional, Oom Willem memang bukan saja telah mendirikan sebuah perusahaan yang dihormati baik di dalam maupun luar negeri oleh karena profesionalisme dan integritasnya. Lebih dari itu, lewat visi dan komitmen sosialnya, Oom Willem juga telah membuktikan sumbangsihnya kepada bangsa Indonesia dalam mengangkat ekonomi nasional dalam arti seluas-luasnya, di antaranya menciptakan lapangan kerja bagi puluhan ribu masyarakat Indonesia.
    Visi memang merupakan salah satu kata kunci dalam kiat menyelami tokoh bangsa yang pada usianya yang sudah berkepala delapan, tetapi masih terlihat bugar ini. Visi tersebut yang memandu seluruh kemampuan, dan terutama dalam pengembangan sumber daya manusia, serta pencapaian tujuan dengan penerapan azas corporate governance yaitu transparency (transparansi), responsibility (tanggung jawab) dan accountability (pertanggungjawaban). Dimensi-dimensi ini yang acap kali tergeser ataupun terlupakan oleh sementara orang, dalam prioritas pengembangan bisnis maupun perekonomian.
    Semenjak berdirinya Astra, Oom Willem selalu mementingkan pengembangan kemampuan dan peningkatan pendidikan sumber daya manusia, yang kemudian diterapkan secara konsisten dalam program-program pelatihan dan beasiswa bagi karyawan. Pada saat awal tahun 70-an, banyak tenaga kerja yang dikirim ke Amerika, Eropa maupun Jepang untuk menambah ilmu dan keterampilan.
    Lebih lagi, kesan yang sangat melekat pada diri Astra adalah banyaknya tenaga kerja pribumi yang dipekerjakan, baik pada tingkat karyawan biasa maupun dalam jajaran pimpinan. Ini salah satu wujud ketulusan, kebanggaan dan kecintaannya sebagai warga bangsa Indonesia kepada bangsa dan negaranya. "Saya cinta Indonesia, saya lahir, hidup dan berkarya di Indonesia", tandas Oom Willem dengan tulus. Selain itu, Oom Willem sangat mementingkan nilai-nilai seperti naluri, loyalitas dan rasa percaya dalam merekrut tenaga. Dengan basis ini, banyak inovasi bisnis dari pihak karyawan yang disetujui untuk diuji-coba apabila dianggap layak, agar para karyawan terpacu untuk mengasah kreativitas mereka. Rasanya tidaklah berlebihan apabila sebagai sebuah perusahaan, nama Astra tidak terlepas dari sejarah, dan menjadi identik dengan kata-kata seperti integritas, dan public service (layanan kepada masyarakat).
    Walau demikian, PT Astra pun mengalami jatuh-bangun, banyak mendapat guncangan, terlebih dari lawan-lawan bisnis yang boleh jadi iri hati atas suksesnya. Oom William dijatuhkan lewat penutupan Bank Summa milik Edward Soeryadjaya, anak pertamanya, periode tahun 1992-1993. Inilah badai terbesar dalam perjalanan bisnis sang pendekar ini. Namun demikian Oom Willem masih berpegang pada prinsip: Manusia berusaha, Tuhan menentukan dan  ia rela menjual saham-sahamnya di Astra guna memenuhi kewajiban Bank Summa.
    Banyak spekulasi yang berkembang ketika Oom Willem terpaksa menjual sahamnya di Astra. Spekulasi yang banyak diyakini orang adalah adanya rekayasa pemerintah untuk menjatuhkan Oom Willem. Namun, Oom Willem sendiri tidak pernah merasa dikorbankan oleh sistem. Semua itu dianggapnya sebagai konsekuensi bisnis. Ia tidak mau larut dalam tekanan spekulasi dan keluhan. Melainkan ia pasrah dengan tulus kepada kehendak Tuhan. Dengan ketulusan itu pula, ia terus melangkah maju ke depan dengan pengharapan yang hidup. Dan, kini, salah satu kepeduliannya yang terbesar adalah bagaimana Astra dapat terus berperan sebagai agen pertumbuhan ekonomi nasional, yang antara lain dapat membuka lapangan kerja lebih luas.
    Memang, membuka lapangan kerja, adalah salah satu impiannya yang tetap membara dari dulu hingga kini. Sebuah impian dan obsesi yang dilandasi kepeduliannya kepada sesama. "Salah satu hasrat saya dari dulu adalah membuka lapangan kerja", katanya. Apalagi kondisi Indonesia saat ini, yang dilanda krisis ekonomi, yang berakibat bertambahnya pengangguran. Impian inilah yang mendorong Omm Wilem membeli 10 juta saham PT Mandiri Intifinance. Di sini, ia mengumpulkan dana untuk diinvestasikan ke dalam pengembangan usaha petani-petani kecil dan small and medium enterprises (usaha-usaha kecil dan menengah), agar dapat menciptakan lapangan-lapangan kerja baru dan meningkatkan daya beli masyarakat, yang pada akhirnya akan mengangkat bangsa ini dari keterpurukan.

    Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana) 
    -          Berbagai sumber
    Sumber Gambar : http://wahyuniidewii.blogspot.com

    Bab 3 - Kajian Kasus : Pembahasan (Sikap Mental Bisnis Orang Cina)

    Intisari Rahasia Bisnis Orang Cina



    Pada umumnya orang Cina yang kita temukan di mana-mana terutama di Indonesia sebagai pemegang dan penguasa dalam bidang perdagangan dan bisnis yang memiliki peran yang strategis dalam mengatur negara bahkan dunia, seperti Amerika Serikat yang mengadakan pengurangan terhadap produk dari Cina. Di Indonesia pada umumnya sebagai pedagang yang ulet, gigih dan memegang pusat-pusat bisnis yang berkembang. Dmana ada orang Cina disitulah kemajuan ekonomi dapat dirasakan bagi kalangan mereka, dan imbasnya orang yang berada di sekitarnya dapat hidup dengan berdampingan. 

    Sepertinya orang Cina terlahir dari sononya sebagai pedagang, apakah demikian , Coba kita telusuri kehidupan mereka seperti apa sebagai pembelajaran kepada kita sebagai bangsa Indonesia. Kita perlu belajar kepada mereka, bagaimana mereka menjalani bisnis, bagaiamana mereka membuat komunitas Cina yang bisa hidup dimana saja mereka berada. Kata pepatah jika orang Cina tinggal di Papua saja bisa hidup dengan sejahtera.

    Orang Cina pada umumnya datang ke negara-negara di dunia selain Cina baik itu Malaysia, Singapura, Indonesia, Amerika, Arab Saudi dan lain-lain mereka datang hanya membawa diri nereka sendiri tanpa membawa apa-apa, mereka tidak semua berlatar belakang sebagai pedagang, bahkan lebih banyak di negara sendiri sebagai petani yang miskin dengan keadaan, mereka tidak memiliki kepandaian berdagang, bahkan sering kali mereka tidak sekolah secara formal, tetapi secara tidak formal belajar dari pengalaman yang ada di mana ia hidup dan memikirkan peluang usaha apa yang belum ada pada orang lain.

    Kunci sukses orang Cina mungkin dapat kita lihat seperti tokoh Konglomerat Korea Selatan Kim Woo Choong yang mengatakan bahwa jika kita sama rajinnya dengan orang-orang di Barat, kita tidak dapat menyaingi mereka, jika ingin lebih berhasi dari orang lain, maka tidak punya pilihan lain kecuali bekerja lebih rajin dan lebih giat. Jika mereka bekerja 12 jam, maka orang Cina bekerja 18 jam dan hanya istirahat tidak lebih dari 4 jam saja sehari. Mereka bukan gila kerja  melainkan sebagai pekerja keras dan memiliki semangat kerja tinggi. 

    Berdagang menurut mereka merupakan pilihan hidup satu-satunya dan harus dijalankan dengan serius dan sungguh, mereka tidak mengenal pedagang musiman, karena dengan daganglah menurut mereka akan menjadi kaya, dan meningkatkan tarap hidup dengan persepsi perdagangan positif yang menjanjikan kesenangan, kemewahan dan kebahagiaan.
    Falsafah dagang orang Cina, jika pedagang jatuh akan merasa sakit, tetapi rasa sakit itulah yang membuatnya bangkit kembali dan mendewasakan dalam berdagang. 

    Keuntungan  usaha yang diperolehnya  tidak dibelanjakan, tetapi harus digunakan untuk menambah modal kerja dan melakukan investasi. Konsep perdagangan mereka lebih mengarah kepada pembentukan simbiosis yang saling melengkapi. Jika ada pedagang barang-barang kecil, maka mereka akan berdagang kebutuhan lain yang sangat dibutuhkan  pedagang lainnya, tidak menjual barang-barang yang sama.

    Prinsip perdagangan orang Cina pada umumnya sbb:
    1. Agresif: tidak ada kompromi dan bertenggang rasa berkenaan dengan kualitas barang, untung dan rugi, mereka harus mengetahui bagaimana membedakan antara urusan pribadi dengan kegiatan dagang.
    2. Jangan melepaskan peluang: peluang hanya datang sekali tidak untuk kedua kalinya maka tidak ada waktu yang terbuang.
    3. Berani mengambil risiko
    4. Tahan banting
    5. Jangan menyerah pada nasib
    6. Semangat berjuang  sebagi fighter dan survivor yang ulung.
    Jika dalam berdagang mereka mengalami kegagalan, kegagalan pertama tidak dapat melunturkan semangat, sebaliknya  membuat lebih gigih. Kegagalan kedua menjadikannya pelajaran, kegagalan ketiga menjadikan lebih bijak, dan kegagalan berikutnya menguji kesabaran dan ketabahannya.

    Ibnu Batutah seorang pelancong dari Arab  yang hidup ratusan abad ke belakang pernah berkata, bahwa di dunia ini tidak ada yang lebih kaya dari pada orang Cina. Mungkin saja ini yang menjadi inspirasi dalam sebuah hadis walaupun ketika diteliti hadis dlaif yang memerintahkan orang Islam belajar ilmu sampai ke negeri Cina.

    Itulah sekelumit pelajaran yang dapat diambil dari kehidupan perdagangan orang Cina sebagai inspirasi bagi kita, apapun job kita dan pekerjaan kita jika digeluti dengan serius dan sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah akan menghasilkan susuatu yang dicita-citakan. Jangan pernah penyerah dengan keadaan jadikan diri kita sebagai petarung ( fighter) dan survive dalam segala keadaan. Bukankah Islam mengajarkan kita tidak boleh berpangku tangan, dan tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah? Ajaran Rasulullah ini harus kita realisasikan dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, jika kita ingin sukses seperti orang Cina.

    Sumber gambar : http://www.erikgeurts.com

    Sabtu, 17 Maret 2012

    Bab 2 - Kajian Kasus : Pemburu Dan Petualang Belantara


    Pengusaha sukses dan diplomat yang memperoleh gelar Lord of Rudge dari Inggris, ini telah memperoleh sejumlah penghargaan di tingkat nasional maupun internasional dalam berbagai bidang. Kita hidup dengan apa yang kita dapat tetapi kita membuat kehidupan dengan apa yang kita berikan.Sebagai seorang pengusaha sukses ia telah banyak membantu pembangunan sarana olahraga, pendidikan, tempat ibadah, tempat hiburan masyarakat, membangun museum satu-satunya di Asia, dan melakukan kegiatan sosial di mana-mana, khususnya bagi warga yang benar-benar membutuhkannya.
    Rahmat Shah lahir tanggal 23 Oktober 1950 merupakan  anak keenam dari 16 bersaudara, delapan lelaki dan delapan wanita. Mereka semua tinggal di sebuah kota yang bernama Perdagangan, Simalungun, Sumatera Utara.

    Semasa kecil Rahmat adalah seorang anak yang aktif. Ia suka berenang, memancing, menjala ikan, dan berburu ke hutan dengan ketapel.Kesenangannya pada hewan-hewan langka dan berbisa juga telah kelihatan sejak kecil. 

    Ayahnya sangat keras menanamkan prinsip-prinsip hidup yang baik kepada semua anak-anaknya, terutama tentang hidup disiplin, kerja keras, jujur dan cara hidup hemat. Selama Rahmat sekolah di Medan, mereka diberi bekal sangat terbatas untuk kebutuhan sehari-hari. Bukan ia tidak mampu, tetapi ingin semua anaknya terbiasa belajar hemat agar kelak bisa menjadi orang yang berhasil dan berguna serta bisa mengatur kehidupan sesuai dengan apa yang dimilikinya. 

    Saat duduk di bangku sekolah, entah karena memegang prinsip hidup yang diajarkan orang tua, prestasi Rahmat di bangku sekolah berjalan biasa-biasa saja. Bahkan rankingnya hampir selalu berada di urutan bawah. Hal itu tidak membuatnya rendah diri dan kehilangan teman, sebaliknya ia malah pandai bergaul. Prinsip yang dipegang dalam pergaulan: ‘selalu menepati janji, rajin, ramah dan sopan, serta tanpa pamrih’,sikap yang membuatnya cepat akrab dan mempunyai banyak teman dari berbagai kalangan di Indonesia dan negara lain.
    Disaat anak-anak muda seusianya asyik menikmati keindahan dunia remaja, ia malah tetap sibuk bekerja keras di sebuah bengkel mobil milik keluarga untuk mencapai tekadnya. Hampir setiap hari ia bermandi keringat dan berlumur oli kotor. Setiap hari ia mengayuh sepeda membawa alat-alat mobil yang berat dan besar ukurannya hingga berpuluh kilometer jauhnya. Dengan kerja keras itulah ia kemudian tertempa menjadi seorang montir serta pekerja yang handal. Sejak usia remaja (lebih kurang 14 tahun) ia sudah terbiasa melakukan proses belajar sambil bekerja learning by doing

    Ia rajin, ulet dan cepat beradaptasi dengan pekerjaan. Anif, kakaknya bertutur: "Saya selalu menugasinya membeli spare parts dengan mengendarai sepeda. Amat orangnya cekatan. Memakai tas punggung belakang sambil membawa plat baja dan tas besar yang diletakkan di boncengannya, ia mengayuh sepeda membawa pesanan spare parts dan peralatan berat untuk diperbaiki oleh tukang bubut. Karena kerajinannya, tepat janji dan ramah, salah seorang tukang bubut langganan bengkel saya, Pak Simin sangat sayang padanya dan memberinya seekor domba."

    Karena harus bekerja guna mencapai cita-citanya ia terbiasa bangun pagi pukul enam dan sering kembali ke rumah dari bekerja dengan tangan, muka dan badan hitam-hitam kena oli kotor. Tidak jarang tiba di rumah sudah larut malam dan langsung terbaring kelelahan terkadang tanpa makan. Banyak sekali pengalaman pahit dan terhina yang dialaminya saat itu, akan tetapi justru hal tersebut yang memacu dan memotivasinya bekerja keras agar dapat berhasil sesuai dengan tekadnya. 

    Begitulah pengorbanan dan perjuangan Rahmat. Ia merelakan sebagian masa remajanya yang indah dilalui dengan kerja keras. Saya hampir tak punya kesempatan melewati serba-serbi masa remaja. Selalu sibuk bekerja dan belajar seluk-beluk usaha. Saya ingin menjadi seorang yang sukses,tuturnya. Keinginan mencapai sukses merupakan motivasi dan pemicu yang kuat. Saya harus sukses dan punya agar bisa membantu keluarga, teman-teman, bangsa, dan negara,begitu tekad yang sudah tertanam di dalam hatinya sejak usia muda. 

    Tahun 1980 ia mendirikan PT Unitwin Indonesia yang bergerak dalam keagenan berbagai produk dari dalam dan luar negeri, di samping supplier dan kontraktor. Nama Rahmat cepat berkibar dan terkenal sebagai pengusaha muda yang ulet dan tangguh. Dalam waktu relatif siligkat, kegiatan usahanya merambah ke berbagai proyek berskala besar. Mulai dari proyek pembangunan pabrik, jalan, irigasi, perumahan, sampai memasok alat-alat berat untuk perusahaan perkebunan. Wilayah ekspansinya terus meluas hingga ke Jakarta, Kalimantan, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Jepang, Korea, USA dan Kanada.

    Melalui kepemimpinannya yang ulet, gigih dan pantang menyerah, perusahaan ini berhasil memenangkan sejumlah tender proyek besar, di antaranya menjadi pemasok produk luar negeri dan Robco Canada untuk sejumlah perusahaan industri besar, seperti PT Krakatau Steel, Semen Padang, Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) Bandung, PT PAL dan lain-Iain industri besar yang membutuhkan produk mereka. 

    Petualang Dunia
    Kesenangannya pada alam, berburu, berenang, menyelam dan memancing kini bukan lagi dilakukan di pinggir hutan dan di sungai Bah Bolon dekat rumah orang tuanya di kampung. Kini ia melakukan itu semua di tempat-tempat yang jauh dari tanah kelahirannya, di berbagai negara, tempat ia bisa belajar tentang arti penting pelestarian lingkungan hidup. Ia pernah menjelajahi hampir sebagian besar hutan belantara mancanegara, menyelami sungai panjang dan laut dalam di berbagai negara, seperti Amerika, Kanada, New Zealand, Australia, Turki, Spanyol, Kazakhstan, Rumania, sebagian besar Afrika, dan belahan dunia lainnya. 

    Ia telah memperoleh sejumlah kepercayaan dan penghargaan bergengsi di tingkat nasional maupun internasional di bidang pelestarian lingkungan hidup. Ia juga berburu untuk konservasi yang telah nyata penerapan dan hasilnya di hampir seluruh negara. Ia adalah satu-satunya putera Indonesia yang kini namanya masuk buku Great Hunter dan orang Indonesia pertama yang memperoleh African Big Five Grand Slam Award. Namanya juga tercantum dalam Record Book dan tertera di dinding Museum Safari Club International (SCI) di Tucson, Amerika. Dia juga telah menerima International Conservation Award, Dangerous Game of Africa, memperoleh World Hunting Award, mendapat puluhan Gold Award, sebagai SCI Master Measurer, dan telah menerima penghargaan-penghargaan tertinggi dunia lainnya. Ia merupakan anggota seumur hidup Safari Club International dan International Professional Hunter Association, ia dipercaya untuk ketigakalinya menjadi Ketua Regional Representative SCI untuk negara China dan Jepang serta anggota supporter Green Peace International selama puluhan tahun. 

    Keluarga Segalanya
    Banyak orang bertanya bagaimana Rahmat bisa membagi waktu untuk membina keluarga. Kapan dan bagaimana pula kiatnya bisa membangun hubungan harmonis dengan keluarga di tengah kesibukan mengurus usaha, kegiatan sosial politik, hobi dan lainnya. Banyak contoh di masyarakat mengenai keberhasilan seseorang dalam dunia usaha kegiatan sosial politik dan karir profesi tetapi gagal membina dan memiliki keluarga yang bahagia. Sebaliknya malah mengorbankan kepentingan isteri dan anak-anaknya. Kurang memperhatikan keluarga sehingga menjadi fatal akibatnya. 

    Maka, sepanjang hari Sabtu dan Minggu, biasanya ia menghabiskan waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Pendeknya, ia selalu berupaya berkumpul dan makan bersama keluarga pada setiap hari Sabtu-Minggu. Hari untuk keluarga itu, diupayakan tidak terganggu oleh pekerjaan serta acara-acara yang tidak ada habisnya. “Saya beruntung mempunyai keluarga yang penuh pengertian sehingga saya berhasil mencapai posisi seperti ini”, katanya.

    Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana) 
    Web Pemerintah Kota Medan

    Bab 2 - Kajian Kasus : Pembahasan (Pemburu Dan Petualang Belantara)

    Kerja Keras Adalah Energi Kita


    Dalam menjalani hidup setidaknya kita akan menemukan dua hal yaitu kerja keras dan energi. Kerja keras merupakan sesuatu usaha yang kita lakukan untuk mencapai apa yang kita inginkan dalam hidup ini. Tanpa kerja keras dan hanya bermalas-malasan tentu akan sangat sulit mencapai tujuan kita. Sementara energi sesuatu yang kita perlukan untuk mendukung usaha kerja keras yang kita lakukan agar tercapai dengan sempurna. Untuk itulah bahwa sebenarnya Kerja Keras Adalah Energi Kita yang kadang kita tidak menyadari.

    Kerja Cerdas dan Kerja Keras

    Kerja Cerdas dan Kerja Keras  merupakan satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan, Seperti halnya “Ora et Labora” Dalam bahasa latin yang berarti Berdoa dan Berusaha, Kerja Cerdas merupakan implementasi nyata dari kata “Labora” alias Berusaha, Sementara Kerja keras merupakan Pengejawantahan dari kata “Ora” atau Berdoa.
    Kerja Cerdas adalah sebuah cara sistematis dengan meminimalkan segala kemungkinan kegagalan dan kesalahan untuk menuju target yang di inginkan. Mengetahui dan menganalisa Root Cause merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk menyelesiakan masalah dan mencapai terget, Apabila kita bekerja tanpa mengetahui root cause nya maka bisa di ibaratkan seperti  Penggembala itik yang lupa akan jalan pulang, saat waktu Maghrib tiba, Artinya kita bekerja tanpa mengerti maksud dan tujuan yang jelas, yang kita lakukan hanya sekedar bekerja dan bekerja.  Biasanya hasil yang didapat adalah buang-buang waktu, buang-buang tenaga dengan hasil yang tidak maksimal. Kerja Cerdas selalu diawali dengan Analisa dengan segala kemunkinan nya untuk kemudian dilanjutkan dengan Eksekusi.
    Kerja Keras adalah kelanjutan dari kerja cerdas, Kerja Keras adalah usaha terus menerus yang dilakukan berdasarkan hasil analisa terhadap root cause, Kerja keras merupakan implementasi dari kesungguhan seseorang untuk menyelesaikan masalah, dalam sebuah kerja keras akan tercermin niat dari seorang kita untuk menyelesaikan masalah, sebesar apa niat di dalam diri seseorang akan terlihat jelas dari seberapa keras dia bekerja, Niat yang tercermin dari kerja keras ini merupakan implementasi nyata dari doa oleh mahluk atas kekuasaan dan keridhoan sang pencipta, ketika kita memaknai kerja adalah ibadah. Disinilah kenapa disebutkan Bahwa kerja keras adalah “Ora“dalam bahasa latin.
    Secerdas Apapun manusia dalam menganalisa masalah namun jika tidak disertai Kerja keras  maka hasilnya setengah-setengah dan kurang maksimal, Dan Sekeras apapun manusia bekerja namun jika tidak dibarengi dengan cara yang cerdas maka hasilnya akan buang-buang waktu, tenaga dan hasilnya pun kurang memuaskan.
    Kerja Cerdas dan Kerja Keras adalah dua rumusan yang sudah ada dan sangat berguna saat keduanya dilakukan bersama-sama dan seimbang.
    Kerja Cerdas dan Kerja Keras dapat dilatih dan ditingkatkan, yaitu dengan mengikuti sejumlah Seminar, On The Job Training maupun Pelatihan-Pelatihan, dua hal ini juga dapat diringkatkan seiring jam terbang kita dalam menghadapi masalah, itulah sebabnya kenapa manusia dengan sertifikasi dan pengalaman banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan untuk dipekerjakan sebagai karyawan nya.
    Demikian sekilas tentang kerja cerdas dan kerja keras.
    Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

    Sumber gambar : Google

    Jumat, 09 Maret 2012

    BAB 1 - Sukses Membutuhkan Kerja Keras

    Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras. Apa pun jenis pekerjaan dan usaha kita, tanpa kerja keras tidak akan membuahkan hasil. Ujian tanpa belajar tidak akan menghasilkan IPK yang bagus, kursus bahasa Inggris tanpa berlatih tidak akan memberikan hasil maksimal dan lain-lain. Begitu pula dalam menjalankan usaha, jika ingin menjadi wirausahawan yang berhasil maka syarat utamanya adalah harus mau bekerja keras.


    Semakin sering mengasah diri menjadi pengusaha, semakin besar peluang untuk menjadi pengusaha sukses.

    Sukses karena kepiawaian menemukan inovasi, pengemasan dan promosi. Wirausahawan membutuhkan kemauan dan tujuan yang jelas apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapainya.

    Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana)

    Sumber gambar : http://www.theheartlinknetwork.com