Tampilkan postingan dengan label wirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wirausaha. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 April 2012

Bab 5 - Kreativitas dan Inovasi dalam Berwirausaha (Pengantar)

Kisah Sukses Teh Botol Sosro

Pendiri Teh Botol Sosro


Kisah perjalanan Soetjipto Sosrodjojo, yang lebih kita kenal adalah merek teh botol SOSRO tidak datang begitu saja, tetapi tumbuh dan besar melalui perjalan yang cukup panjang. Pada tahun 1965, teh wangi melati dengan merek “cap botol” yang telah dikenal di daerah Jawa mulai diperkenalkan di Jakarta.  Promosi dilakukan langsung oleh Pak Sosro dengan mendatangi tempat-tempat keramaian dan membagi secara cuma-cuma contoh teh wangi merek cap botol tersebut. Setelah bertahun-tahun melakukan teknik promosi Cicip Rasa, akhirnya pada tahun 1969 muncul gagasan untuk menjual air teh siap minum dalam kemasan botol dengan merek Teh Botol Sosro. Pada tahun 1974, didirikan pabrik PT. Sinar Sosro dan desain botol Teh Botol Sosro merupakan pabrik teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia dan bahkan pertama di dunia.

Seseorang yang berkeinginan menjadi pengusaha memiliki motivasi berprestasi, visi ke depan, komitmen terhadap pekerjaan, kemandirian, keberanian mengambil resiko, dan jiwa kepemimpinan dll. Hal itu semua belum cukup karena setiap pengusaha dituntut untuk selalu memiliki kreativitas yang tinggi dan inovasi baru. Banyak contoh yang menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi merupakan salah satunya faktor yang bisa membawa seseorang menjadi pengusaha sukses.

Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana) 

Sumber gambar : bisnis.vivanews.com

Bab 5 - Kreativitas dan Inovasi dalam Berwirausaha

Tuntutan Kreativitas dalam Bisnis Masa Kini
Creative Thingking Skills

Seorang wirausahawan harus memastikan bahwa kreativitas yang selama ini dilakukan, bila telah usang, tidak terpakai lagi. Agar kita memiliki keunggulan dibandingkan oleh para pesaing dan dapat mempertahankan eksistensi usaha kita, maka kita harus berupaya mencari sesuatu yang baru dan mengembangkan apa yang sudah ada agar menjadi lebih baik. Oleh karena itu, kreativitas sangat diperlukan oleh setiap pengusaha.

Para peneliti membedakan tipe kreativitas dalam kehidupan sehari-hari :
  1. Membuat atau menciptakan, yaitu proses membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada.
  2. Mengkombinasikan dua hal atau lebih yang sebelumnya tidak saling berkaitan menjadi lebih bermanfaat.
  3. Memodifikasi sesuatu yang memang sudah ada. Proses ini menggunakan berbagai cara untuk membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan sesuatu menjadi lebih berguna bagi orang lain.
Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana) 

Sumber gambar : hidupberkah.com

Bab 5 - Hambatan dan Teknik Meningkatkan Kreativitas

Creative not Creative

  • 1. Hambatan-hambatan kreativitas  
Seorang pakar mengartikan hambatan kreativitas sebagai ” mental walls which block the problem solver from correctly perceiving a problem or conceiving its solution, ” yaitu dinding atau bangunan mental yang menghambat kita untuk memahami atau menemukan pemecahan atas suatu masalah. Bangunan mental yang bersifat menghambat ini terdapat pada setiap orang dalam kualitas dan kuantitas yang berbeda-beda. 

  –  Hambatan Psikologis, hal ini dikarenakan kebanyakan kita telah mengikuti proses pendidikan formal maupun informal yang sangat menekankan pentingnya satu jawaban yang benar. Sehingga kurang mampu mengekspresikan kemampuan konseptual, dan kurang mampu berkomuni-kasi dengan baik. 

–   Hambatan Budaya, hal ini dikarenakan adanya keseragaman berpikir atau pemujaan terhadap berpikir logis dan rasional. Pemecahan masalah haruslah selalu bersifat serius dan tanpa humor maupun canda, sehingga menghambat penyelesaian yang bersifat intuitif atau menggunakan perasaan dan kreativitas.

–     Hambatan Lingkungan sosial maupun fisik, hal ini dikarenakan lingkungan sosial yang selalu teratur, dan lingkungan fisik atau layout yang tetap, permanen dan mapan, sehingga dapat mengurangi produktivitas dan kreativitas.

–   Hambatan Bahasa Berpikir, hal ini dikarenakan kita memiliki beragam bahasa yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah, misalnya bahasa lisan, matematik, visual dan bahasa pengindraan lainnya. Sehingga kita tidak selalu dapat menggunakan satu bahasa berpikir untuk menyelesaikan segala persoalan.

–   Hambatan Keterpakuan Fungsional, hal ini dikarenakan pada kebiasaan kita untuk memfungsikan peralatan, orang, ataupun teknologi hanya dengan satu cara.  Sebagai contoh sabuk/gesper yang kita pakai dapat untuk memperpanjang seutas tali yang kurang panjang dll.


  • 2. Teknik meningkatkan kreativitas
Creatifity takes courage

Cara umum yang dipakai adalah dengan mengubah cara berpikir dan proses bertindak, yaitu :

–     Perumusan masalah secara kreatif, adalah usaha yang dilakukan untuk menghindar dari perumusan masalah yang sudah jelas. Tapi coba berpikir secara divergen dan bukan konvergen dengan melontarkan pertanyaan baru maupun mencoba melihat dari sudut pandang yang berbeda agar memperoleh kemungkinan baru. 

–   Bertanya dan bertanya, Intinya adalah dengan terus-menerus melontarkan pertanyaan untuk memperbesar terciptanya solusi yang kreatif. 

–     Curah gagasan,agar efektif, perlu diperhatikan 3 kondisi berikut ini:
1.    Selama proses mencurahkan gagasan jangan melakukan penilaian.
2.    Proses pencurahan gagasan harus benar-benar bebas.
3.  Usahakan sebanyak mungkin gagasan dapat dilontarkan, karena kemungkinan untuk memperoleh jawaban yang kreatif. 

–     Orang aneh, maksudnya adalah memasukkan orang lain yang tidak begitu tahu tentang bidang pekerjaan atau bidang pengetahuan yang sedang dipecahkan. Teknik ini dimunculkan karena penelitian menemukan bahwa banyak orang mengalami kesulitan untuk kreatif dalam hal-hal yang sudah sangat dikenal.
 
–    Iklim kreatif, hal ini dilakukan antara lain dengan saling mendukungnya setiap anggota kelompok untuk dapat berkomunikasi secara terbuka, melontarkan opini yang berisiko, bertanya dan menggali, diskusi, membandingkan, mengembangkan, dan bukan mengkritik ide yang dilontarkan, melibatkan diri dalam proses berpikir yang divergen (imajinatif) dan bukan konvergen (praktis atau teknis), serta menghindari menang kalah.

 Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana) 

Sumber gambar : braidcreative.com, moreofmetolove.com

Bab 5 - Arti penting Inovasi dalam Kewirausahaan

 Arti penting Inovasi dalam Kewirausahaan
Mark Twain Quotes New Idea

“ Orang dengan gagasan baru adalah orang aneh, sampai gagasan itu berhasil. “  (Mark Twain)

Schumpeter dalam Rambat (2004) mendukung pendapat bahwa pengusaha merupakan inovator, yang tidak selalu sebagai inventor (penemu). Pengusaha berperan sebagai orang yang mengatur pengalokasian sumber daya dalam usaha eksploitasi invensi (temuan) yang mungkin saja sudah ada sebelumnya. Pengusaha menciptakan kombinasi-kombinasi baru dari penggunaan faktor produksi. Ada lima jenis inovasi yang penting dilakukan wirausaha, yaitu :
  1. Pengenalan barang baru atau perbaikan barang yang sudah ada.
  2. Pengenalan metode produksi baru.
  3. Pembukaan pasar baru, khususnya pasar ekspor atau daerah yang baru.
  4. Penciptaan/pengadaan persediaan (supply) bahan mentah atau setengah jadi baru.
  5. Penciptaan suatu bentuk organisasi industri baru.
Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana) 
Sumber gambar : etsy.com

Bab 5 - Teknik Mengembangkan Inovasi

Teknik Mengembangkan Inovasi 

innovation      Untuk membangun perusahaan inovatif, Kotler sebagai pakar pemasaran, mengingatkan bahwa tanpa inovasi perusahaan akan menjadi tua, kuno, rapuh, dan tidak langgeng. Inovasi harus terus dibangun melalui budaya kreatif, mengikuti tren perubahan, dan membangun pasar. Untuk membangun inovatif, Kotler menekankan pentingnya sejumlah faktor sebagai berikut: 
 
–    Adanya budaya penemuan, setiap organisasi bisnis harus disesaki orang-orang yang punya semangat inovasi.  

–    mengembangkan inovasi sebaiknya berdasarkan riset, sebab, perusahaan dikatakan inovatif kalau secara sengaja membangun dan melakukan proses untuk menghasilkan temuan baru.

      Impian saja tidak cukup. Impian harus senantiasa ditunjang oleh inovasi yang tiada henti sehingga bangunan bisnis menjadi kukuh dalam situasi apapun, entah badai  kesulitan ataupun tantangan. 

“ Seorang wirausaha harus segera menterjemahkan mimpi-mimpinya menjadi inovasi untuk mengembangkan bisnisnya. “

        Inovasi adalah kreativitas yang diterjemahkan menjadi sesuatu yang dapat diimplementasikan dan memberikan nilai tambah atas sumber daya yang kita miliki. Sifat inovasi dapat ditumbuhkembangkan dengan memahami bahwa inovasi adalah suatu kerja keras, terobosan, dan kaizen (perbaikan terus-menerus). Inovasi kerap bergantung pada riset. Biasanya untuk menghasilkan produk baru yang benar-benar inovatif biayanya sungguh besar.  Produk inovatif berbasis riset ditunjukkan PT. Panasonic Gobel Indonesia melalui Dsterile, sebuah produk pengering piring elektrik yang diklaim sebagai produk pengering piring higienis pertama di Indonesia (dilengkapi dengan antitoksin dan efektif untuk melumpuhkan bakteri dan jamur). 

Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana)   

Sumber gambar : innovative2020.in

Sabtu, 31 Maret 2012

Bab 4 - Motivasi Menjadi Pengusaha Sukses

Motivasi Menjadi Pengusaha Sukses


Tidak semua orang memiliki motivasi yang sama untuk jadi pengusaha. Proses termotivasinya pun tidak semua orang sama, ada yang faktor kebetulan, ajakan teman, memanfaatkan bakat, keterampilan, atau pendidikan yang telah diperolehnya, dan karena memahami apa yang dibutuhkan orang lain. 

Sebenarnya bangsa Indonesia memiliki dasar spirit dan keterampilan yang unik di masing-masing daerah. Janganlah membiarkan bangsa lain mengelola sumber daya, dan kita hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun. 

Kewirausahaan bukanlah sesuatu hal yang dilahirkan, melainkan dibangun. Kewirausahaan dapat pula didorong oleh guru atau seorang dosen yang mengajar kewirausahaan, karena memberikan inspirasi dan minat untuk berwirausaha. Dorongan atau pemicu lainnya datang dari teman sepergaulan, lingkungan keluarga, sahabat, dan teman yang selalu mendiskusikan gagasan, atau karena adanya pengalaman bisnis kecil-kecilan yang berhasil sehingga termotivasi untuk membesarkannya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kewirausahaan bukanlah sesuatu yang dilahirkan, melainkan dibangun (entrepreneur are not born – they develop).

Anda dapat memilih sebuah pohon besar, sebesar apapun.. setinggi apapun, dengan jenis sekeras apapun.. dan jika Anda berusaha mengampaknya barang 5 kali tebas setiap harinya, maka suatu saat pohon itu akan tumbang juga.. Demikian pula dengan impian dan cita-cita Anda, jika Anda melakukan apa yang dibutuhkan untuk mencapainya secara konsisten, Anda akan mencapainya pada suatu saat..
Ron Scolastico, Ph.D & Jack Canfield

Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana) 

Sumber gambar : dhyanthea.blogspot.com

Bab 4 - Mengubah Pola Pikir

Mengubah Pola Pikir
Mind set

Merubah sesuatu yang menjadi kebiasaan tidaklah mudah serta membutuhkan kerja keras dan banyak pengorbanan, apalagi menyangkut pola pikir dari seorang individu. Pandangan hidup, adat kebiasaan, persepsi, hingga perilaku, dipengaruhi oleh perjalanan yang sangat panjang, baik secara keturunan (hereditas) maupun lingkungan.

Mengubah pola pikir memerlukan keberanian dan kerelaan, karena tanpa itu semua tidak akan terjadi perubahan apa-apa. Dengan bahasa yang tegas, Dr. Rhenald Kasali, pakar manajemen Universitas Indonesia, pernah mengatakan “Berubah atau Mati !! “ Ia memberikan sinyal bahwa setiap pengusaha yang mau bertahan harus melakukan perubahan demi perubahan atau akan tertinggal dari para pesaingnya.

Sadar atau tidak, kita selalu keluar masuk dari comfort zone satu ke comfort zone berikutnya. Dari semua gambaran tersebut, kita berharap agar para pengusaha tidak terjebak hanya menjalankan bisnis kecil saja. Langkah awal yang harus dilakukan adalah merubah cara pandang dan memulai pola pikir kewirausahaan (entrepreneurial – mindset).

Menurut  McGrath dan MacMillan (2000) dalam Rambat (2004), lima karakteristik yang umumnya dimiliki pengusaha adalah :
  1. Pengusaha sangat bersemangat melihat peluang-peluang baru.
  2. Pengusaha mengejar peluang dengan disiplin yang kuat.
  3. Pengusaha hanya mengejar peluang yang sangat baik dan menghindari mengejar peluang yang lain yang  belum jelas.
  4. Pengusaha berfokus pada pelaksanaan.
  5. Pengusaha mengikutsertakan energi setiap orang yang berada dalam jangkauan mereka.


    Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana) 

    Sumber gambar : alumni.media.mit.edu

Bab 4 - Motivasi Berprestasi

Motivasi Berprestasi
Motivasi Berprestasi

Semakin seseorang menyakini dirinya dapat mengelola berbagai kekuatan dan kelemahan, maka semakin yakin ia bahwa dirinya dapat mewujudkan suatu prestasi. Gunakan konsep AKU, dimana A= Ambisi, K= Kekuatan atau Kelemahan, U= Usaha. Semua konsep AKU yang telah digambarkan diatas, usahakan direkam dalam pikiran alam bawah sadar kita, sehingga ibarat mengemudi sebuah mobil, kita tidak perlu berpikir lagi kapan harus menggunakan perseneling, rem, kopling, dan membelokkan setir mobil, yang semuanya secara otomatis dapat dilakukan  melalui gerakan-gerakan sistem. Pikiran manusia dapat dikelompokkan menjadi dua : pikiran sadar (conscious mind) dan pikiran bawah sadar (sub-conscious mind). Pikiran bawah sadar mampu mengontrol tindakan secara otomatis. Hukum dan bahasa pikiran bawah sadar sebagai berikut : “pikiran bawah sadar tidak mengetahui perbedaan antara imajinasi dan kenyataan”.

McGregor dalam buku Safak Muhammad (2005) menjelaskan Hukum Pikiran Bawah Sadar yang terdiri atas 4P, yaitu :

  1. Positif. Perkataan yang Anda ucapkan pada diri sendiri (self talk) membentuk kebiasaan yang terekam dalam pikiran bawah sadar.
  2. Kalimat saat ini (present tense). Gunakanlah kata “saat ini” ketika berbicara pada pikiran bawah sadar.
  3. Pribadi. Pakailah nama Anda sendiri dalam berbicara pada pikiran bawah sadar Anda (self talk).
  4. Pengulangan (presisten). Semakin sering Anda melakukan pengulangan pada pikiran bawah sadar Anda mengenai apa yang Anda inginkan, semakin mengerti Anda apa yang diinginkan atau diharapakan di masa yang akan datang.

    Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana) 

    Sumber gambar : media.kompasiana.com
     

Sabtu, 24 Maret 2012

Bab 3 - Etika dan Rahasia Keberhasilan Orang Cina

Etika dan Rahasia Keberhasilan Orang Cina 


Seringkali kita melihat banyak keberhasilan yang diperoleh orang Cina dalam berusaha. Hampir semua mall, hotel, dan ruko di seluruh Indonesia didominasi orang Cina. Apa rahasia keberhasilan orang Cina? Dan apa kita bisa meniru? Berikut adalah rahasia keberhasilan orang Cina.
  1. Beberapa faktor yang mendorong keberhasilan orang Cina adalah banyaknya kemiskinan, perasaan kurang aman ditempat orang lain, kemampuan bertahan hidup ditempat orang lain, tidak adanya pilihan lain, dan ajaran falsafah hidup konfusiusme.
  2. Dalam sistem sosial orang Cina, anak laki-laki adalah ahli waris keturunan. Salah satu cara menunjukkan penghormatan kepada orang tua dan mengangkat derajat keluarga adalah menjadi kaya. Satu-satunya cara menjadi kaya adalah melalui kegiatan perdagangan.
  3. Uang jangan pernah dijadikan sebagai penghalang. Asal ada kemauan, disitu pasti ada jalan, yang terpenting harus tabah dan sanggup untuk hidup susah.
Selain faktor yang terkait dengan sistem sosial, kerja keras, masalah ekonomi, dan rasa kurang aman, keberhasilan orang Cina jugua didorong oleh etika bisnis Cina. Etika bisnis ini merupakan pegangan atau pedoman akan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak dilakukan oleh orang Cina dalam melakukan usaha. Berikut adalah etika bisnis Cina.
    1. Melarang penggunaan cara-cara kotor untuk menjatuhkan orang lain karena cara tersebut dianggap perbuatan yang terkutuk.
    2. Pedagang dilarang mengganggu dan menjelek-jelekkan kegiatan perdagangan orang lain. Persaingan dibenarkan menurut nilai moral dan pertimbangan kemanusiaan.
    3. Pedagang tidak boleh terlalu kaku, namun sebaliknya perlu memperbolehkan proses tawar-menawar.
    Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana) 

     Sumber gambar : http://www.free-press-release.com

    Bab 3 - Cara Bisnis Orang Cina

    Cara Bisnis Orang Cina

     


    Berikut adalah cara-cara bisnis orang Cina yang dapat kita tiru dan kembangkan lagi sehingga akan memperkuat bisnis.
    1. Untuk dapat menjadi pedagang sukses harus mendapatkan keyakinan dari pelanggan.
    2. Tidak boleh pelit mengeluarkan biaya tambahan untuk memikat hati pelanggan.
    3. Bekerja minimal 18 jam sehari.
    4. Harus fleksibel dan  beradaptasi dengan kondisi yang ada.
    5. Tempat usaha harus mudah diakses dan menarik perhatian konsumen untuk mengunjunginya.
    6. Tidak boleh semata-mata mengikuti pola pikirnya, tetapi mengikuti perilaku, minat, dan kehendak orang banyak.
    7. Bekerja sendiri supaya dapat mandiri serta memiliki daya juang, semangat tinggi, dan pantang menyerah.
    8. Citra (image) dibentuk dengan pelayanan yang diberikan bukan pada gaya dan kebaikan berpakaian. 
    9. Lebih suka memperkerjakan sanak keluarganya sendiri untuk membantu kegiatan perdagangan.
    10. Akan merasa rendah diri jika gagal hidup mandiri dan hanya mendapat gaji sepanjang hidupnya.
    11. Sebagian keuntungan harus disimpan untuk mengembangkan kegiatan perdagangan dan menghadapi kemungkinan apa pun yang terjadi di luar dugaan, sebagian digunakan untuk modal kerja.

    Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana) 

     Sumber gambar : yottabaca.blogspot.com

    Bab 3 - Kajian Kasus : William Soerjadjaja : Pendiri Astra, Ketulusan Taipan Panutan

    WILLIAM SOERJADJAJA  : Ketulusan Taipan Panutan

    Pendiri PT Astra Internasional dan Presiden Komisaris SIMA (PT Siwani Makmur Tbk), kelahiran Majalengka 20 Desember 1923, ini seorang anak manusia pilihan yang menyerahkan semua impian dan cita-dukanya kepada Sang Pencipta. William Soerjadjaja yang akrab dipanggil Oom Willem adalah taipan panutan yang tulus mencintai bangsanya.
    Impian adalah sebuah kekuatan awal yang tidak mudah mewujudkannya. Tapi banyak orang yang mencapai sukses yang bermula dari suatu impian. Salah satu yang berhasil mewujudkan impiannya adalah William Soeryadjaya, pendiri PT Astra Internasional. Ia seorang anak manusia yang menyerahkan semua impiannya kepada Tuhan.
    Salah satu mimpinya yang terwujud gemilang adalah PT Astra Internasional. Hanya dalam tempo 13 tahun sejak berdirinya PT Astra Internasional pada tahun 1957, tak kurang dari 72 perusahaan telah bernaung di bawah bendera grup tersebut. Di akhir tahun 1992, jumlah itu telah merambah menjadi sekitar 300 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, tidak hanya dalam sektor otomotif tetapi juga sektor keuangan, perbankan, perhotelan dan properti.
    Mimpi ini bermula sejak Oom Willem menjalani masa kecil dan remajanya di Majalengka, Cirebon. Jiwa wiraswasta dari sang ayah, yang mengalir di dalam dirinya dari usia dini, telah menempanya ulet, cerdas, inovatif dan peka atas nalurinya dalam meniti bisnis demi bisinis. Dari berdagang hasil bumi dan minyak goreng di Jawa Barat, dan berdagang kacang dari Bandung ke negeri Belanda pada 1947 semasa studi di negeri kincir angin.
    Pengalaman jatuh-bangun pastilah dialami setiap orang pebisnis. Demikian juga halnya pengalaman Oom Willem. Namun, ia menegaskan: "Kerugian tidak pernah menyurutkan semangat hidup saya." Hal ini dibuktikannya dalam menyikapi suka-dukanya di PT Astra Internasional, yang didirikan dan dibesarkannya tetapi harus dilepaskannya, demi tanggung jawab pribadinya atas masalah yang menimpa Bank Summa, milik putera sulungnya Edward Soeryadjaya, di tahun 1992. Hal ini telah menghantarkannya dan segenap keluarganya ke masa-masa yang amat sulit. Namun, kesulitan itu tidak sampai mengambil suka-cita yang bersemi di hatinya. Ia menyerahkan semuanya kepada kehendak Tuhan.
    Oom Willem, memang bukan sekedar figur pebisnis yang sukses dalam bidangnya. Sebagai pendiri PT Astra Internasional, Oom Willem memang bukan saja telah mendirikan sebuah perusahaan yang dihormati baik di dalam maupun luar negeri oleh karena profesionalisme dan integritasnya. Lebih dari itu, lewat visi dan komitmen sosialnya, Oom Willem juga telah membuktikan sumbangsihnya kepada bangsa Indonesia dalam mengangkat ekonomi nasional dalam arti seluas-luasnya, di antaranya menciptakan lapangan kerja bagi puluhan ribu masyarakat Indonesia.
    Visi memang merupakan salah satu kata kunci dalam kiat menyelami tokoh bangsa yang pada usianya yang sudah berkepala delapan, tetapi masih terlihat bugar ini. Visi tersebut yang memandu seluruh kemampuan, dan terutama dalam pengembangan sumber daya manusia, serta pencapaian tujuan dengan penerapan azas corporate governance yaitu transparency (transparansi), responsibility (tanggung jawab) dan accountability (pertanggungjawaban). Dimensi-dimensi ini yang acap kali tergeser ataupun terlupakan oleh sementara orang, dalam prioritas pengembangan bisnis maupun perekonomian.
    Semenjak berdirinya Astra, Oom Willem selalu mementingkan pengembangan kemampuan dan peningkatan pendidikan sumber daya manusia, yang kemudian diterapkan secara konsisten dalam program-program pelatihan dan beasiswa bagi karyawan. Pada saat awal tahun 70-an, banyak tenaga kerja yang dikirim ke Amerika, Eropa maupun Jepang untuk menambah ilmu dan keterampilan.
    Lebih lagi, kesan yang sangat melekat pada diri Astra adalah banyaknya tenaga kerja pribumi yang dipekerjakan, baik pada tingkat karyawan biasa maupun dalam jajaran pimpinan. Ini salah satu wujud ketulusan, kebanggaan dan kecintaannya sebagai warga bangsa Indonesia kepada bangsa dan negaranya. "Saya cinta Indonesia, saya lahir, hidup dan berkarya di Indonesia", tandas Oom Willem dengan tulus. Selain itu, Oom Willem sangat mementingkan nilai-nilai seperti naluri, loyalitas dan rasa percaya dalam merekrut tenaga. Dengan basis ini, banyak inovasi bisnis dari pihak karyawan yang disetujui untuk diuji-coba apabila dianggap layak, agar para karyawan terpacu untuk mengasah kreativitas mereka. Rasanya tidaklah berlebihan apabila sebagai sebuah perusahaan, nama Astra tidak terlepas dari sejarah, dan menjadi identik dengan kata-kata seperti integritas, dan public service (layanan kepada masyarakat).
    Walau demikian, PT Astra pun mengalami jatuh-bangun, banyak mendapat guncangan, terlebih dari lawan-lawan bisnis yang boleh jadi iri hati atas suksesnya. Oom William dijatuhkan lewat penutupan Bank Summa milik Edward Soeryadjaya, anak pertamanya, periode tahun 1992-1993. Inilah badai terbesar dalam perjalanan bisnis sang pendekar ini. Namun demikian Oom Willem masih berpegang pada prinsip: Manusia berusaha, Tuhan menentukan dan  ia rela menjual saham-sahamnya di Astra guna memenuhi kewajiban Bank Summa.
    Banyak spekulasi yang berkembang ketika Oom Willem terpaksa menjual sahamnya di Astra. Spekulasi yang banyak diyakini orang adalah adanya rekayasa pemerintah untuk menjatuhkan Oom Willem. Namun, Oom Willem sendiri tidak pernah merasa dikorbankan oleh sistem. Semua itu dianggapnya sebagai konsekuensi bisnis. Ia tidak mau larut dalam tekanan spekulasi dan keluhan. Melainkan ia pasrah dengan tulus kepada kehendak Tuhan. Dengan ketulusan itu pula, ia terus melangkah maju ke depan dengan pengharapan yang hidup. Dan, kini, salah satu kepeduliannya yang terbesar adalah bagaimana Astra dapat terus berperan sebagai agen pertumbuhan ekonomi nasional, yang antara lain dapat membuka lapangan kerja lebih luas.
    Memang, membuka lapangan kerja, adalah salah satu impiannya yang tetap membara dari dulu hingga kini. Sebuah impian dan obsesi yang dilandasi kepeduliannya kepada sesama. "Salah satu hasrat saya dari dulu adalah membuka lapangan kerja", katanya. Apalagi kondisi Indonesia saat ini, yang dilanda krisis ekonomi, yang berakibat bertambahnya pengangguran. Impian inilah yang mendorong Omm Wilem membeli 10 juta saham PT Mandiri Intifinance. Di sini, ia mengumpulkan dana untuk diinvestasikan ke dalam pengembangan usaha petani-petani kecil dan small and medium enterprises (usaha-usaha kecil dan menengah), agar dapat menciptakan lapangan-lapangan kerja baru dan meningkatkan daya beli masyarakat, yang pada akhirnya akan mengangkat bangsa ini dari keterpurukan.

    Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana) 
    -          Berbagai sumber
    Sumber Gambar : http://wahyuniidewii.blogspot.com

    Bab 3 - Kajian Kasus : Pembahasan (Sikap Mental Bisnis Orang Cina)

    Intisari Rahasia Bisnis Orang Cina



    Pada umumnya orang Cina yang kita temukan di mana-mana terutama di Indonesia sebagai pemegang dan penguasa dalam bidang perdagangan dan bisnis yang memiliki peran yang strategis dalam mengatur negara bahkan dunia, seperti Amerika Serikat yang mengadakan pengurangan terhadap produk dari Cina. Di Indonesia pada umumnya sebagai pedagang yang ulet, gigih dan memegang pusat-pusat bisnis yang berkembang. Dmana ada orang Cina disitulah kemajuan ekonomi dapat dirasakan bagi kalangan mereka, dan imbasnya orang yang berada di sekitarnya dapat hidup dengan berdampingan. 

    Sepertinya orang Cina terlahir dari sononya sebagai pedagang, apakah demikian , Coba kita telusuri kehidupan mereka seperti apa sebagai pembelajaran kepada kita sebagai bangsa Indonesia. Kita perlu belajar kepada mereka, bagaimana mereka menjalani bisnis, bagaiamana mereka membuat komunitas Cina yang bisa hidup dimana saja mereka berada. Kata pepatah jika orang Cina tinggal di Papua saja bisa hidup dengan sejahtera.

    Orang Cina pada umumnya datang ke negara-negara di dunia selain Cina baik itu Malaysia, Singapura, Indonesia, Amerika, Arab Saudi dan lain-lain mereka datang hanya membawa diri nereka sendiri tanpa membawa apa-apa, mereka tidak semua berlatar belakang sebagai pedagang, bahkan lebih banyak di negara sendiri sebagai petani yang miskin dengan keadaan, mereka tidak memiliki kepandaian berdagang, bahkan sering kali mereka tidak sekolah secara formal, tetapi secara tidak formal belajar dari pengalaman yang ada di mana ia hidup dan memikirkan peluang usaha apa yang belum ada pada orang lain.

    Kunci sukses orang Cina mungkin dapat kita lihat seperti tokoh Konglomerat Korea Selatan Kim Woo Choong yang mengatakan bahwa jika kita sama rajinnya dengan orang-orang di Barat, kita tidak dapat menyaingi mereka, jika ingin lebih berhasi dari orang lain, maka tidak punya pilihan lain kecuali bekerja lebih rajin dan lebih giat. Jika mereka bekerja 12 jam, maka orang Cina bekerja 18 jam dan hanya istirahat tidak lebih dari 4 jam saja sehari. Mereka bukan gila kerja  melainkan sebagai pekerja keras dan memiliki semangat kerja tinggi. 

    Berdagang menurut mereka merupakan pilihan hidup satu-satunya dan harus dijalankan dengan serius dan sungguh, mereka tidak mengenal pedagang musiman, karena dengan daganglah menurut mereka akan menjadi kaya, dan meningkatkan tarap hidup dengan persepsi perdagangan positif yang menjanjikan kesenangan, kemewahan dan kebahagiaan.
    Falsafah dagang orang Cina, jika pedagang jatuh akan merasa sakit, tetapi rasa sakit itulah yang membuatnya bangkit kembali dan mendewasakan dalam berdagang. 

    Keuntungan  usaha yang diperolehnya  tidak dibelanjakan, tetapi harus digunakan untuk menambah modal kerja dan melakukan investasi. Konsep perdagangan mereka lebih mengarah kepada pembentukan simbiosis yang saling melengkapi. Jika ada pedagang barang-barang kecil, maka mereka akan berdagang kebutuhan lain yang sangat dibutuhkan  pedagang lainnya, tidak menjual barang-barang yang sama.

    Prinsip perdagangan orang Cina pada umumnya sbb:
    1. Agresif: tidak ada kompromi dan bertenggang rasa berkenaan dengan kualitas barang, untung dan rugi, mereka harus mengetahui bagaimana membedakan antara urusan pribadi dengan kegiatan dagang.
    2. Jangan melepaskan peluang: peluang hanya datang sekali tidak untuk kedua kalinya maka tidak ada waktu yang terbuang.
    3. Berani mengambil risiko
    4. Tahan banting
    5. Jangan menyerah pada nasib
    6. Semangat berjuang  sebagi fighter dan survivor yang ulung.
    Jika dalam berdagang mereka mengalami kegagalan, kegagalan pertama tidak dapat melunturkan semangat, sebaliknya  membuat lebih gigih. Kegagalan kedua menjadikannya pelajaran, kegagalan ketiga menjadikan lebih bijak, dan kegagalan berikutnya menguji kesabaran dan ketabahannya.

    Ibnu Batutah seorang pelancong dari Arab  yang hidup ratusan abad ke belakang pernah berkata, bahwa di dunia ini tidak ada yang lebih kaya dari pada orang Cina. Mungkin saja ini yang menjadi inspirasi dalam sebuah hadis walaupun ketika diteliti hadis dlaif yang memerintahkan orang Islam belajar ilmu sampai ke negeri Cina.

    Itulah sekelumit pelajaran yang dapat diambil dari kehidupan perdagangan orang Cina sebagai inspirasi bagi kita, apapun job kita dan pekerjaan kita jika digeluti dengan serius dan sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah akan menghasilkan susuatu yang dicita-citakan. Jangan pernah penyerah dengan keadaan jadikan diri kita sebagai petarung ( fighter) dan survive dalam segala keadaan. Bukankah Islam mengajarkan kita tidak boleh berpangku tangan, dan tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah? Ajaran Rasulullah ini harus kita realisasikan dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, jika kita ingin sukses seperti orang Cina.

    Sumber gambar : http://www.erikgeurts.com

    Jumat, 09 Maret 2012

    BAB 1 - Pengertian Kewirausahaan


    Beberapa definisi mengenai kewirausahaan :
    1. Wirausahawan adalah seseorang yang menemukan gagasan baru dan selalu berusaha menggunakan sumber daya secara optimal.
    2. Wirausahawan adalah orang yang memiliki pandangan yang tidak lazim.
    3. Wirausahawan adalah orang yang memiliki seni dan keterampilan tertentu dalam menciptakan usaha yang baru.
    4. Wirausahawan adalah orang yang dapat melihat cara-cara yang ekstrem dan mau mengubah sesuatu yang tak bernilai atau bernilai rendah menjadi sesuatu yang bernilai tinggi.
    Berdasarkan pendapat para pakar yang telah diuraikan di atas, ciri umum yang selalu melekat di dalam diri Wirausahawan adalah kemampuan mengubah sesuatu menjadi lebih baik atau menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, atau berjiwa kreatif dan inovatif. Ciri “kreatif” dan “inovatif” ini sebagai sifat yang terdapat pada diri Wirausahawan.

    Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana)

    Sumber gambar : http://www.goodlywomen.com

    1.