Jumat, 09 Maret 2012

BAB 1 - Mengapa Semakin Banyak Dibutuhkan Wirausahawan Baru?

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasehat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak  menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.

- Khalifah ‘Umar -



Mengapa Semakin Banyak Dibutuhkan Wirausahawan Baru?

Andil dalam membuka lapangan pekerjaan yang saat ini, menjadi permasalahan global. Hanya sebagian kecil yang tertarik untuk terjun menjadi pengusaha, meskipun menjanjikan masa depan yang cemerlang. Menjadi wirausahawan saat ini sangat diperlukan bukan hanya kepentingan sendiri, tetapi untuk mengabdi pada bangsa dan negara.

Jumlah pengangguran di Indonesia cukup besar yaitu 40 juta orang dari 135 juta angkatan kerja atau 30% penduduk Indonesia masih dalam status pengangguran. Jumlah ini menunjukan sebuah gambaran tentang usaha yang sangat keras untuk mendapatkan pekerjaan. Anda tentu sudah tahu, banyak pengusaha kecil dan menengah yang berdiri kokoh ditengah krisis, yang telah menyelamatkan ekonomi Indonesia.

Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana)


Sumber gambar : http://www.partnersagainstcrime.org

BAB 1 - Sukses Membutuhkan Kerja Keras

Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras. Apa pun jenis pekerjaan dan usaha kita, tanpa kerja keras tidak akan membuahkan hasil. Ujian tanpa belajar tidak akan menghasilkan IPK yang bagus, kursus bahasa Inggris tanpa berlatih tidak akan memberikan hasil maksimal dan lain-lain. Begitu pula dalam menjalankan usaha, jika ingin menjadi wirausahawan yang berhasil maka syarat utamanya adalah harus mau bekerja keras.


Semakin sering mengasah diri menjadi pengusaha, semakin besar peluang untuk menjadi pengusaha sukses.

Sukses karena kepiawaian menemukan inovasi, pengemasan dan promosi. Wirausahawan membutuhkan kemauan dan tujuan yang jelas apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapainya.

Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana)

Sumber gambar : http://www.theheartlinknetwork.com

BAB 1 - Pengertian Kewirausahaan


Beberapa definisi mengenai kewirausahaan :
  1. Wirausahawan adalah seseorang yang menemukan gagasan baru dan selalu berusaha menggunakan sumber daya secara optimal.
  2. Wirausahawan adalah orang yang memiliki pandangan yang tidak lazim.
  3. Wirausahawan adalah orang yang memiliki seni dan keterampilan tertentu dalam menciptakan usaha yang baru.
  4. Wirausahawan adalah orang yang dapat melihat cara-cara yang ekstrem dan mau mengubah sesuatu yang tak bernilai atau bernilai rendah menjadi sesuatu yang bernilai tinggi.
Berdasarkan pendapat para pakar yang telah diuraikan di atas, ciri umum yang selalu melekat di dalam diri Wirausahawan adalah kemampuan mengubah sesuatu menjadi lebih baik atau menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, atau berjiwa kreatif dan inovatif. Ciri “kreatif” dan “inovatif” ini sebagai sifat yang terdapat pada diri Wirausahawan.

Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana)

Sumber gambar : http://www.goodlywomen.com

1.  

BAB 1 - Keuntungan Menjadi Wirausahawan


Banyak orang yang yang terdorong menjadi wirausahawan karena mereka memiliki banyak peluang mencapai tujuan yang dikehendakinya sendiri, memperoleh laba yang maksimal, dan banyak lagi. Kenyataan menunjukkan bahwa bila kita bekerja keras maka kita akan mendapatkan lebih banyak uang dan tentunya akan merasa lebih bahagia karena mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan hidupnya, dibandingkan orang yang tidak mempunyai uang. Beberapa peluang sebagai keuntungan yang memberikan dorongan kuat seseorang untuk berwirausaha adalah sebagai berikut :

1. Mempunyai kebebasan mencapai tujuan yang dikehendaki.
Kebebasan merupakan sesuatu yang sangat bernilai bagi seseorang. 

2. Mempunyai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan potensi diri secara penuh.. Dengan memiliki sebuah usaha, mereka dapat mendemonstrasikan pikiran dan perilaku mereka sendiri yang berarti memberikan kekesaaan pada dirinya secara penuh.

3. Memperoleh manfaat dan laba yang maksimal.
Menjadi wirausahawan akan memiliki kebebasan untuk menentukan sendiri keuangan atas investasinya. 

4. Terbuka kesempatan untuk melakukan perubahan
Kebebasan untuk mengubah kondisi perusahaan sesuai dengan keinginan kita yang sudah dipikirkan dengan sangat matang dan resiko yang diperhitungkan secara cermat.

5. Terbuka peluang untuk membantu masyarakat dalam menciptakan kesempatan kerja.

6. Terbuka peluang untuk berperan dalam masyarakat dan mendapatkan pengakuan atas usaha mereka.

Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana)

Sumber gambar : Google

BAB 1 - Ciri Dan Sikap Wirausahawan


Wirausahawan yang sukses haruslah orang yang mampu melihat ke depan, berfikir dengan penuh perhitungan, serta mencari pilihan dari berbagai alternatif masalah dan solusinya. Geoffrey G. Meredith (1996) mengemukakan ciri-ciri wirausahawan yaitu: 


1. Percaya diri
Percaya diri merupakan sikap dan keyakinan untuk memulai, melakukan, dan menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang dihadapi.


2. Berorientasi Pada Tugas dan Hasil
Apapun jenis usahanya , seberapa keraspun usaha yang dilakukan apabila ternyata tidak berhasil, maka tidak ada gunanya.


3. Berani mengambil resiko
Untuk memperkecil kegagalan usaha, seorang wirausahawan harus mengetahui peluang kegagalan (dimana sumber kegagalan dan seberapa besar peluang terjadi kegagalan), maka kita dapat berusaha memperkecil risiko.


4. Kepemimpinan
Memberikan suritauladan, tidak antikritik, berpikir positif, dan memiliki kecakapan dalam bergaul.


5. Keorisinilan
Keorisinilan dan keunikan dari suatu barang atau jasa, merupakan hasil inovasi dan kreativitas yang diterapkan. Wirausahawan harus mampu menciptakan sesutau yang baru dan berbeda.


6. Berorientasi Pada Masa Depan
Memiliki pandangan jauh ke depan dan bila perlu sudah tiba lebih dahulu pada masa depan merupakan kemampuan yang biasanya ada pada setiap wirausahawan yang sukses.


Sikap Wirausahawan yaitu: 


·  Disiplin: Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya.

·  Komitmen Tinggi: Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan). Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya.

·  Jujur: Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks.

·  Kreatif dan Inovatif: Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar.

·  Mandiri: Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalammengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain.


·  Realistis: Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/ perbuatannya.

Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana)

Sumber gambar : Google

BAB 1 - Membangun Kewirausahaan di Indonesia



Profil tenaga kerja Indonesia dikuasai oleh pekerja, sedangkan wirausahawan kurang dari seperlimanya. Apalagi mayoritas orang Indonesia ingin menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Birokrasi pemerintah menjadi salah satu faktor yang mempersulit tumbuhnya wirausahawan di Indonesia. Semangat kewirausahaan harus dibangun berdasarkan asas pokok sebagai berikut:

  1. Kemauan kuat untuk berkarya (terutama dalam bidang ekonomi) dan semangat mandiri.
  2. Mampu membuat keputusan yang tepat dan berani mengambil risiko.
  3. Kreatif dan inovatif.
  4. Tekun, teliti dan produktif.
  5. Berkarya dengan semangat kebersamaan dan etika bisnis yang sehat.

Kerangka pengembangan kewirausahaan di Indonesia dapat dilakukan dengan beberapa strategi sebagai berikut:

  1. Memperbaiki pendidikan kewirausahaan, yaitu sistem pendidikan kewirausahaan yang menyebar dari sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi dan melakukan kerja sama dengan dunia industrI melalui kegiatan magang kewirausahaan.
  2. Menyediakan infrastruktur (prasarana) yang tidak terbatas hanya pada transportasi dan komunikasi, melainkan juga infrastruktur pendidikan, baik formal maupun nonformal.
  3. Menyediakan informasi seluas-luasnya bagi wirausahawan yang berada pada tahapan start-up melalui layanan internet.
  4. Membuka akses selebar-lebarnya dalam pendanaan terutama bagi UKM.
  5. Membuat program komunikasi dan inisiatif bagi kewirausahaan. Program-program untuk member penyuluhan kewirausahaan melalui media massa diikuti oleh program insentif sebagai penghargaan.
  6. Menetapkan bidang-bidang yang mudah dimasuki oleh wirausawan baru (khusunya di bidang perdagangan dan kerajinan) serta mendorong wirausahawan yang sukses di bidang industri manufaktur.
Membangun kewirausahaan di Indonesia dengan mengubah paradigma, lembaga pendidikan memberikan bekal keterampilan berwirausaha serta didukung oleh pemerintah.

Pada akhirnya, keberhasilan bangsa Indonesia dalam menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bergantung pada keberhasilan memberi kesadaran kepada lebih banyak orang agar tergerak hatinya untuk memilih kewirausahaan sebagai satu pilihan yang tepat dalam melakukan aktifitas kehidupannya.

Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana)


Sumber gambar : http://www.yousaytoo.com

BAB 1 - Kajian Kasus : Sukses Bisnis Sejak Kuliah (Bag.1)


Sukses Bisnis Sejak Kuliah (Bagian 1)

TIDAK ada jaminan, seorang sarjana akan mudah mendapatkan pekerjaan. Berbagai perusahaan semakin selektif menerima karyawan. Tingkat persaingan pun semakin tinggi. Ujung-ujungnya, mereka yang tidak mendapat pekerjaan malah menambah jumlah angka pengangguran. Memulai berwirausaha sejak mahasiswa adalah sebuah pilihan.

Semenjak krisis ekonomi beberapa tahun silam, banyak perusahaan yang mulai mengencangkan ikat pinggang. Meski solusi yang dilematis, pemutusan hubungan kerja (PHK) selalu terjadi setiap tahun. Kini, bukan hanya jebolan SD sampai SMA yang menjadi pengangguran, namun banyak juga yang berstatus sarjana. Pengentasan kemiskinan dan penyediaan lapangan pekerjaan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah, hingga saat ini.

Jika ditarik lebih dalam, tingginya angka pengangguran tersebut, juga berkaitan dengan paradigma kebanyakan mahasiswa yang berpikir untuk "bekerja pada orang lain". Setelah lulus, para mahasiswa lebih memusingkan untuk melamar bekerja di mana, daripada berpikir untuk membuka usaha sendiri. Pola pikir ini bukannya datang secara tiba-tiba. Sejak kecil, orang tua kerap menjejali pemikiran anaknya untuk bercita-cita sebagai pilot, misalnya, yang notabene bekerja pada orang lain, daripada menjadi pedagang.

Valentino Dinsi, SE, N.N., N.B.A., seorang praktisi bisnis, dalam bukunya yang berjudul "Jangan Mau Jadi Orang Gajian Seumur Hidup", menekankan bahwa tidak mengapa menjadi pegawai, namun jangan sampai seumur hidup. Kalau perlu, pensiun dini untuk mulai berwirausaha. Wirausaha merupakan solusi bagi mereka yang tidak ingin terlalu terikat oleh tata tertib dan waktu.

Merintis menjadi seorang wirausaha sejak mahasiswa, kenapa tidak? Apalagi jika ingin meraih kesuksesan di bidang finansial lebih cepat. "Seret" permodalan, bukanlah hambatan. Seperti yang diakui oleh Rynni Pong Tondok, alumni Fisip Unpar Jurusan Adminstrasi Niaga angkatan 2000, pemilik Butik "Kuyagaya". "Modal awal pakai duit sendiri, cuma Rp 300 ribu. Modal berani saja," cerita Rynni pada Kampus, saat didatangi ke butiknya di Jalan Sulanjana, Bandung, Sabtu (24/12).


(bersambung ke hlm berikutnya..)

Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana)

Sumber gambar : web Mercu Buana